Friends

like this yoo

Mengenai emas


Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 -3 (skala Mohs),massa jenisnya 19,3 gr/cm


Warnanya kuning emas,kekerasaanya rendah sehingga dapat dipotong dengan pisau dan mudah diubah bentuknya. Bentuknya di alam tidakteratur, ukuran butirnya bervariasi tetapi sering kalimikroskopis dan bahkan sukar dilihat (Munir, 1996)
Mineral pembawa emas biasanya berpadu dengan mineralikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnyakuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecilmineral nonlogam. Mineral pembawa emas jugaberpadudengan endapan sulfida yang telah teroksidasi.Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum,emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas denganunsur-unsur belerang(Alamsyah, 2006)

Emas berasal dari suatu reservoar yaitu inti bumi dimana air magmatikyang mengandung ion sulfida, ion klorida, ion natrium, dan ion kaliummengangkut logam emas ke permukaan bumi.Kecenderunganterdapatnya emas terdapat pada zona epithermal atau disebut zonaalterasi hidrothermal. Zona alterasi hidrotermal merupakan suatu zonadimana air yang berasal dari magma atau disebut air magmatik bergeraknaik kepermukaan bumi. Celah dari hasil aktivitas Gunungapimenyebabkan air magmatik yang bertekanan tinggi naik ke permukaanbumi. Saat air magmatik yang yang berwujud uap mencapai permukaanbumi terjadi kontak dengan air meteorik yang menyebabkan ion sulfidadan ion klorida yang membawa emas terendapkan. Air meteorikbiasanya menempati zona-zona retakan-retakan batuan beku yangmengalami proses alterasi akibat pemanasan oleh air magmatik. Seiringdengan makin bertambahnya endapan dalam retakan-retakan tersebut,semakin lama retakan-retakan tersebut tertutup oleh akumulasiendapan dari logam-logam yang mengandung ion-ion kompleks yangmengandung emas. Zona alterasi yang potensial mengandung emasdapat diidentifikasi dengan melihat lapisan pirit atau tembaga padasuatu reservoar yang tersusun atas batuan intrusif misalnya granit ataudiorite (Kurniawan, 2010).

PEMBENTUKAN EMAS

Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengendapan dipermukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme yaitu kontak yang terjadi antara bebatuan dengan air panas(hydrothermal) atau fluidalainnya. Genesis emas dikategorikan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser.

PEMBENTUKAN BERDASARKANTEMPERATUR, TEKANAN, DAN KODISI
Berdasarkan temperatur, tekanan dan kondisigeologi pada saat pembentukan emas dapat dibagi menjadi 3 jenis :
1. Endapan Hipotermal
2. Endapan Mesotermal
3. Endapan Epitermal

PerbedaanMineral EmasdenganMineral Pirit

Orang sering mengira penampakan pirit sebagai emas, yang kilapnya memang menyerupai emas. Kadang ada yang bertanya,apakah pirit ini emas? Atau apakah pirit ini mengandung emas?.
Cara Membedakannya Adalah
dengan rumus kimia FeS2, merupakan salah satu dari jenis mineral sulfida yang umum dijumpai dialam, entah sebagai hasil sampingan suatu endapan hidrotermal ataupun sebagai mineral asesoris dalam beberapa jenis batuan. Tidaka dapenciri mineralisasi tertentu jika anda menjumpai pirit, apalagi sedikit. Secara deskriptif, pirit ini mempunyai warna kuning keemasan dengan kilap logam. Jadi, kalau tidak biasa dengan mineral-mineral logam, sering menganggapnya sebagai emas. Secara strukturkristal, baik pirit dan emas sama-sama kubis, namun sifat dalamnya yang berbeda. Emas lebih mudah ditempa dari pada pirit. Kalau dipukul, pirit akan hancur berkeping-keping, sedangkan emas tidak mudah hancur karena lebih mudah ditempa(maleable).

sekian pembahasan dari saya
salam damaiku.....





Tentang Batubara (about coal)


Pada kali ini saya akan memposting tentang Batu bara,
                                                          ?????
batubara termasuk dalam batuan sedimen yang terbentuk akibat pembusukan sisa-sisa tumbuhan yang terjadi  selama puluhan atau jutaan tahun.
Sesuai dengan bahan asalnya batubara terdiri dari elemen-elemen arang (karbon), oksigen, belerang, hidrogen dan beberapa mineral logam dalam bentuk dan jumlah bayangan (traces).
Dengan demikian kualitas batubara tergantung dari jenis bahan asalnya dan peningkatan mutu oleh faktor geologitermasuk gradient, geothermal dan sebagainya.


Apakah batubara itu ????
pertanyaan ini dilontarkan dalam seminar di Edinburgh ,Skotlandia pada tahun1913.
Bateman, 1950. Mendefinisikan batubara merupakanmineral bahan bakar (fuel mineral), yang berasal dari tumbuhan-tumbuhan yang hidup dan kemudian mati secara insitu. Dibuktikandengan terdapatnya akar dan batang pada lempung yang biasanya berada diatas(roof) dan bawah(floor) lapisan batubara.
Setelah 68 tahun (1913-1981), dengan berkembangnya ilmu perbatubaraan Elliott, 1981, menjawab bahwa batubara adalah batuan atau mineral yang secara kimia dan fisika adalah heterogen yang mengandung unsur-unsur karbon (C) hidrogen(H) dan oksigen (O) sebagai unsur utama dan belerang(S) serta nitrogen (N) sebagai unsur tambahan. Zat lain yaitu senyawa anorganik pembentuk abu (ash) tersebar sebagai partikel zat mineral terpisah-pisah diseluruh senyawa batubara.

Gambar Pembentukan batubara


Beberapa jenis batubara jika dipanaskan menjadi meleleh dan pelastis serta meninggalkan residu yang disebut kokas.
Batubara dapat dibakar untuk membangkitkan uap atau dikarbonisasikan untuk membuat bahan bakar cair, dihidrogenisasikan untuk membuat metan.

Gas sintetis atau bahan bakar berupa gas dapat diproduksi sebagai produk utama dengan jalan gasifikasi sempurna dari batubara dengan oksigen dan uap atau udara.

Jadi definisi batubara dapat dikelompokkan sbg :
Batuan sedimen organik
Dapat terbakar
Hasil pembusukan hasil sisa-sisa tanaman purba
Menjadi padat setelah tertimbun lapisan diatasnya

Adapun kelas dan jenis batubara sebagai berikut :

Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus, sub-bituminus, lignit dan gambut.
  • Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%.
  • Bituminus mengandung 68 - 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia.
  • Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.
  • Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya.
  • Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.


Tahap pembentukan batubara dibagi menjadi dua yaitu :

1. Tahap pembentukan gambut (peatification) : tumbuhan yang tumbang atau mati akan mengalami pembusukan sehingga tidak kelihatan bentuk aslinya (humin gel).
pembusukan dan penghancuran tersebut adalah hasil oksidasiyang disebabkan oleh adanya oksigen dan aktifitas bakteri (fungi), bakteri penghancur biasanya berjenis bakteri anaerob (bakteri yang hidup tanpa oksigen).


2. Tahap pembentukan batubara (coalification)
Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari tahap peatification, dimana gambut dikenakan gaya tekan dan suhu dalam jangka waktu yang lama. Tekanan pada lapisan gambut akan bertambah seiring dengan bertambahnya lapisan sedimen yang ada dilapisan atas gambut, sedangkan suhu akan meningkat dengan bertambahnya ketebalan lapisan juga disebabkan oleh aktifitas magma dan aktifitas tektonik lainnya. tahap pembentukan batubara ini biasa disebut tahap termodinamika.


 Anatomy of Coal Forming



Teori pembentukan batubara terbagi menjadi 2 yaitu :

1. Teori Insitu (autochthonous)
Menyatakan bahwa lapisan gambut yang terbentuk berasal dari tumbuhan yang tumbang ditempat tumbuhnya.

2. Teori Drift (allochthonous)
Menyatakan bahwa lapisa gambut terbentuk dari asal tumbuhan yang tumbang disuatu tempat dan mengalami transportasi (umumnya oleh air) dan terendapkan di daerah hilir.


Umur batu bara
Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.
Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.

Itulah posting saya mengenai batubara semoga agan-agan banyak mendapatkan pengetahuan mengenai batubara,,

salam damaiku...


Definisi mekanika Batuan

Definisi batuan

Menurut geolog
Batuan adalah sususnan mineral dan bahan organik yang bersatu membentuk kulit bumi.

secara umum batuan adalah suatu campuran dari suatu atau lebih mineral yang berbeda dan tidak mempunyai komposisi-komposisi kimia yang tetap.

Komposisi Batuan sebagai berikut :
8 Unsur dominan
oksigen (O)

silikat (Si)
almunium (Al)
magnesium (Mg)
natrium (Na)
hidrogen (H)
kalsium (Ca)
besi (Fe) 

Definisi Mekanika Batuan 
secara umum adalah ilmu yang mempelajari sifat dan perilaku batuan apabila pada batuan tersebut dikenakan gaya dan tekanan.

Sifat-sifat Batuan 

Heterogen : Jenis material pembentuk batuan berbeda dan ukuran bentuk partikel atau butir berbeda dalam batuan.

Diskontinu : Yaitu weak zone (zonaa lemah) ex : lipatan,patahan etc.

Anisotrop : Mempunyai nilai yang berbeda pada arah yang berbeda.


SIKLUS BATUAN

Secara umum ada 3 jenis batuan yaitu :
batuan beku


sekian pembahasan saya kali ini semoga bermanfaat,

salam damaiku,,






Batuan Metamorf


Batuan Metamorf


Batuan metamorf
Batuan yang terjadi karena adanya proses ubahan batuan asal (batuan beku, sediment maupun metamorf) oleh proses metamorfisme.

Proses metamorfisme              Batuan mengalami penambahan tekanan (P) atau temperature (T) atau kenaikan P dan T secara bersamaaan sehingga mengalami perubahan susunan mineraloginya (susunan kimianya tetap) yang berlangsung dari fase padat ke fase padat tanpa mengalami fase cair.

Gambar 1. Mekanisme metamorfosa



Tipe-tipe metamorfisme :
1.     Thermal/kontak                                  T mengalami kenaikan

2.     Dinamo/dislokasi/kataklastik               P mengalami kenaikan

3.     Regional                                             P & T naik secara bersamaan



Klasifikasi dan Penamaan jenis batuan metamorf

Secara umum batuan metamorf dibagi dalam dua kelompok yang didasarkan atas strukturnya, yaitu:
1. Foliasi/Banded           mempunyai kenampakan seperti perlapisan akibat adanya penjajaran mineral
2. Non-Foliasi               tidak mempunyai kenampakan seperti perlapisan akibat adanya penjajaran mineral

Kondisi Foliasi dan Non foliasi pada batuan metamorf :
FOLIASI
Komposisi mineralnya bermacam-macam,/kompleks
Banyak mineral baru yang terbentuk akibat perubahan T dan/atau P.
Teksturnya berlapis, foliasi, liniasi, banded. 
Mineral mempunyai orientasi yang relatif sama. 
Banyak batuan dengan komposisi yang beragam 
NON FOLIASI
Komposisi mineralnya sederhana, hanya terdiri dari beberapa mineral seperti calcite atau
kuarsa.
mineral baru yang terbentuk akibat perubahan T dan/atau P.
Teksturnya granular dan equi- dimensional. 
Mineral tidak mempunyai orientasi. 
Batuan dalam jumlah terbatas dengan mineral sederhana.
Contohnya:kuarsa - Quartzite batugamping - Marble lanau - Hornfels

Tekstur
Tekstur pada batuan metamorf diantaranya :
a. Kristaloblastik
Tekstur yang terjadi pada saat tumbuhnya mineral dalam suasana padat (tekstur
batuan asalnya tidak tampak lagi).
1.     Lepidoblastik
Tekstur yang didominasi mineral-mineral pipih yang memperlihatkan orientasi sejajar (biotit, muskovit).
2.     Nematoblastik
Mineral-mineral berbentuk jarum yang memperlihatkan orientasi sejajar (amphibol, piroksen)
3.     Granoblastik
Mineral berbentuk butiran dengan sisi kristal yang bergerigi (kuarsa, kalsit)
4.     Porfiroblastik
Suatu kristal besar (fenokris) tertanam dalam massa dasar yang lebih halus.
5.     Idioblastik
Bentuk mineral-mineral penyusunnya euhedral.
6.     Xenoblastik

Bentuk mineral-mineral penyusunnya anhedral.

b. Palimpsest (tekstur sisa)
1.     Blastoporfiritik
Suatu tekstur sisa dari batuan asal yang bertekstur porfiritik
2.     Blastoopitik
    Suatu tekstur sisa dari batuan asal yang bertekstur opitik.

Struktur
    Secara
a.   Foliasi   : mempunyai kenampakan seperti perlapisan akibat adanya penjajaran mineral

1.     Slatycleavage
    Struktur batuan sabak (slate), seperti schistose tetapi tidak ada perlapisan akibat pemisahan dari macam-macam mineral (segregation bending).
Contoh: Slate ---> batulempung yang mengalami metamorfosa derajat rendah.

2.     Philithic
Struktur pada batuan filit, tingkatnya lebih tinggi dari slate, sudah ada segregation bending tapi tidak sebagusbatuan berstruktur schistose (foliasi diperlihatkan oleh kepingan halus mika)
Contoh : Philit


3.     Schistose
Foliasi nampak secara jelas pada kepingan-kepingan mika, membentuk belahan yang tidak putus-putus.
Contoh : Schist


4.     Gneissic

Foliasi oleh mineral-mineral granular dan memperlihatkan belahan-belahan yang tidak rata.
Contoh : gneiss











b.     Non Foliasi : tidak nampak adanya penjajaran mineral


1.     Hornfelsik
Struktur khas pada batuan hornfels (metamorf thermal) dimana butirannnya tidak menunjukkan adanya pengarahan.
2.     Kataklastik
Struktur yang terdiri dari pecahan-pecahan atau fragmen-fragmen batuan maupun mineral.
3.     Milonitik
Sama dengan kataklastik tetapi butirannnya lebih halus dan dapat dibelah-belah seperti schistose.
4.     Pilonitik
Menyerupai milonit tapi butirannya relativ lebih kasar strukturnya mendekati philit.
5.     Flaser
Mirip dengan kataklastik struktur batuan asal berbentuk lensa yang tertanam pada masa dasar milonit.
6.     Augen
Seperti flaser hanya saja lensa2nya terdiri dari butiran feldespar dalam masa dasar yang lebih halus.
7.    Granulose
Hampir sama dengan hornfelsik hanya butirannya yang tidak mempunyai ukuran yang sama besar.
8.    Liniasi
Adanya kumpulan mineral yang berbentuk seperti jarum.


Tekstur


a. Foliated


1. Gneiss : Lapisan permukaannya kasar dan tidak mempunyai batas yang jelas.
2. Schist  : Lapisan permukaannya halus pararel dan mempunyai bidang batas yang jelas.
3. Filitik   : Lapisan permukaannya kasar pararel dan jelas batasannya tetapi tidak begitu kompak
4. Slaty    : Lapisan permukaannya sangat halus rapat dan pararel.

b. Unfoliated

1. Porfiroblast : Kristalnya tidak sama besar.
2. Homoblast  : Kristalnya sama besar butirnya lonjong atau bulat
3. Lepidoblast : Kristalnya seperti susunan sisik
4. Nematoblast: Kristalnya prismatic.



silide nya bisa anda download disini semoga bermanfaat

salam damaiku......

Tentang Batuan beku (igneous rocks)

BATUAN BEKU


DEFINISI : adalah batuan yang terjadi dari pembekuan larutan silikat cair , pijar

yang dikenal dengan magma. 



  • Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat, dengan sekitar 

  • 80% material batuan yang menyusun batuan kerak Bumi adalah batuan beku. Berdasarkan tempat 

  • terbentuknya magma beku.


  • }  Dalam geologii, sebuah intrusi adalah sebuah batuan beku yang telah menjadi kristal dari sebuah magma 
  • yang meleleh di bawah permukaan bumi.. Magma yang membeku di bawah tanah sebelum mereka mencapai permukaan bumi dinamakan pluton, dari nama pluto, Dewa Romawi dunia bawah tanah. Batuan dari jenis ini juga disebut sebagai batuan beku plutonik atau batuan beku intrusif. Dia berlawanan dengan batuan ekstrusif. Batuan yang mengelilingi pluton disebut country rock.



Klasifikasi batuan beku : 


Menurut tempat terjadinya


  • Batuan Beku Dalam (Plutonik/Abisik) 

  • Batuan beku dalam terjadi dari pembekuan magma yang berlangsung perlahan-lahan ketika masih berada  jauh di dalam kulit Bumi. Contoh batuan beku dalam adalah granit, diotit, dan gabbro.

  • Batuan Beku Gang/Korok

  • Batuan beku korok terjadi dari magma yang membeku di lorong antara dapur magma dan permukaan Bumi. Magma yang meresap di antara lapisan-lapisan litosfer mengalami proses pembekuan yang berlangsung lebih cepat, sehingga kristal mineral yang terbentuk tidak semua besar. Campuran kristal mineral yang besarnya tidak sama merupakan ciri batuan beku korok.


  • Batuan Beku Luar

  • Batuan beku luar terjadi dari magma yang keluar dari dapur magma membeku di permukaan Bumi (seperti  magma hasil letusan gunung berapi). Contoh batuan beku luar adalah : basalt, diorit, andesit, obsidin, scoria,  batuan apung (pumice).



Macam-macam struktur batuan beku


  • Masif : tidak menunjukkan adanya sifat aliran atau jejak gas, atau tidak menunjukkan adanya fragmen batuan lain yang tertanam dalam tubuhnya.

  • Fillow lava (lava bantal) : merupakan struktur yang dinyatakan padabatuan ekstrusi tertentu, yang dicirikan  oleh massa berbentuk bantal di mana ukuran dari bentuk  ini  umumnya antara 30-60 cm dan jaraknya berdekatan

  • Joint : struktur  yang ditandai oleh kekar –kekar yang tersusun secara tegak lurus arah aliran, struktur ini  dapat berkembang menjadi columnar jointing.

  • Vesikuler , merupakan struktur yang ditandai adanya lubang-lubang  dengan arah yang teratur. Lubang ini  
  • terbentuk akibat keluarnya gas pada waktu pembekuan magma berlangsung. Skoria, seperti vesikuler tetapi tidak menunjukkan rah yang teratur

  • Amigdaloidal , strutur di mana lubang-lubang keluarnya gas terisi oleh mineral-mineral sekunder seperti zeolit, karbonat, silika.

  • Xenolith, struktur yang memperlihatkan adanya suatu fragmen batuan yang masuk atau tertanam dalam
  • batuan beku. Struktur ini terbentuk sebagai akibat peleburan tidak sempurna dari suatu bauan sampingdi dalam magma yang menerobos. 

  • Autobrexia , struktur pada lava yang memperlihatkan fragmen-fragmen dari lava itu sendiri.

Tekstur Batuan beku terdiri dari :

a. Derajat kristalisasi terdiri dari:

-Holocrystalin : semua mengkristal

-Hypocrystalin : masa yang mengkristal lebih banyak dari pada masa glas.

-Hypoyalin : masa glass lebih banyak dari pada masa kristal.

-Holohyalin : tidak terjadi kristal, demua masa glass.

b. Ukuran Kristal

-Faneritik : butiran kristal besar, dapat dilihat mata telanjang.

-Afaneritik : butiran kristal sebagian besar dan sebagian halus.

-Porfiritik : butiran kristal sangat halus.

c. Kesempurnaan bentuk kristal

-Euhedral : kristal yang terbentuk sempurna.

-Anhedral : kristal yang terbentuk tidak sempurna.

-Subhedral : kristal yang terbentuk sebagian sempurna dan tidak sempurna.

d. Keseragaman ukuran butir

-Equigranular : ukuran butir kristal seragam.

-Inequigranular :ukuran butir kristal tidak seragam.
 


sekian posting saya kali ini semoga bermanfaat


klik disini untuk mendownload slide nya ....

semoga bermanfaat ...



Mengenai Mineral

Minerals


Mineral ialah suatu bahan tak organik, yang berlaku secara tabii dan mempunyai  struktur atom yang tertentu
(Mineral is defined as a naturally occurring inorganic substance with ordered arrangement of  atoms (Mason, 1979)
Contoh:  emas, perak, kuprum, garam, plumbum, batu kapur, batu marmar, timah, titanium, dll



Alami (Natural)
Padatan kristal (crystalline solid)
Inorganic
Komposisi kimia (pasti)
Struktur kristal
Susunan internal berupa atom.
Terbentuk secara Alamiah
Tidak ada campur tangan manusia
Rekayasa mineral
batu mulia imitasi
Padatan kristalin
Struktur internal
Susunan atom
Membentuk kerangka
Keteraturan
Bila tidak beraturan
amorphous

Minerals - Quartz Crystals
Batuan terdiri dari  kumpulan mineral
Mineral tersusun oleh sejumlah unsur (elements).
Setiap unsur memiliki sejumlah atom – partikel terkecil yang membangunan karakteristik unsur

Identifikasi Mineral Berdasarkan Karakteristiknya
Kekerasan (hardness)
Bentuk kristal (crystal shape/form)
Kilap (luster)
Warna (color)
Coreng/cerat (streak)
Belahan/rekahan (cleavage/fracture)
Berat jenis = density (specific gravity)
special properties :
reaction to acid
Fluorescence
salty taste
magnetism

Kekerasan Mineral (Mineral Hardness)
Resistensi mineral terhadap abrasi
Kemampuan untuk menggores (scratch) mineral lain
Fredrich Mohs → skala kekerasan (Mohs scaledari 1 (talchingga 10 (diamond)
Quartz : 7


Sifat Fisik Mineral
Bentuk Kristal
Struktur eksternalnya dipengaruhi susunan atom
Accicular : seperti jarum; zeolite
Bladed : memenjang & memipih; kyanite
Botryoidal : membulat serupa dengan anggur; chalcedony
Fibrous : serabut benang; asbestos
Mammilated : mirip botryoidal, bentuk tonjolan memipih; malachite
Massive : tanpa keteraturan bentuk
Micaceous : lempengan pipih; muscovite
Platy : kristal yang sangat pipih
Prismatic : bentuk memenjang dengan bidang kristal yang bagus, quartz, hornblende.
dll

Kilap
Menggambarkan refleksi sinar dri permukaan kristal
Kategori :
“metallic”
“non-metallic”
Contoh :
Metalic : galena, pyrite, chalcopirite
Pearly (seperti mutiara) : selenite (gypsum); barite
Silky (seperti sutra) : gypsum
Vitreous (seperti kaca) : quartz

Warna
Hasil dari kemampuan mengabsorbsi sejumlah panjang gelombang dan merekfleksikan
yang lainnya
Sebagian mineral memiliki warna khas
Dipengaruhi perbedaan kimiawi (pengotor/impurities)
Tidak bersifat diagnostik
Satu mineral dapat berwarna-warni
•Jenis warna
Barite : putih pucat, merah muda, kehijauan, kebiruan, kekuningan.
Quartz : tidak berwarna/bening, lembayung/violet (amethyst), merah muda (rose quartz),
abu-abu (smoky quartz).
Kecenderungan warna
Felsik (felsic) : Mineral non silikat ferromagnesia
Mafik (mafic) : Mineral silikat ferromagnesia

Coreng/cerat
Warna bubuk ketika mineral digoreskan pada “streak plate” (unglazed porcelain)
Warna coreng/cerat dapat sama atau berbeda dengan hand-specimen
Menggores mineral pada bidang datar/porcelain bubuk goresan (identifikasi)

sekian pembahasan saya mengenai mineral semoga bermanfaat,, 
untuk slidenya bisa klik download 

salam damaiku,,






Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More