Friends

like this yoo

Tektonik & Geologi Struktur

Beda batas kajian Tektonik dan Geologi Struktur
Geologi struktur dan tektonik :
Keduanya sama mengkaji deformation of earth’s crust and lithosphere;
Geologi struktur biasanya terkait dengan struktur pada skala regional dan mikroskopik (misal, individual structures or structural systems);
Tektonik terkait dengan skala yang regional dan global (misal, orogenic system, development of sedimentary basins, metamorphism, dan igneous activities yang terkait dengan deformasi batuan. dll.).
Tektonik memperhatikan absolute geologic time selama struktur terbentuk, sedangkan studi geologi struktur hanya tahapan relatif dari deformasi.

Orogen : the process of mountain formation 
Jalur Orogenik (Orogenic Belts)
Jalur orogenik atau Orogen merupakan jalur tempat terjadinya konsentrasi deformasi mekanik atau aktifitas termal. Jalur ini merupakan rangkaian struktur regional utama, yang mencerminkan distorsi secara sistematik dari kerak bumi dimana struktur tersebut ditemukan.
Jalur orogen merupakan produk dari pergerakan lempeng lithosfer, yang terbentuk sepanjang tepian lempeng (plate margins) atau dekat dengan batas lempeng (plate boundaries). Ekspresi fisiografik dari orogen adalah Rangkaian Pegunungan (Mountain belts/systems).

Interior Bumi
A. Kerak (crust)- lapisan terluar tipis secara relatif 1. Kerak samudra (oceanic crust) - lapisan tipis dengan tebal hanya beberapa km; komposisi vulkanik/basalt.
2. Kerak benua (continental crust)- lebih tebal dengan ~10 km tebal; komposisi granitik/plutonik/sedimen
B. Mantel (mantle) – lapisan berbatu yang terletak dibawah kerak dan punya ketebalan ~ 2885 km
1. Mantle- dense (padat), iron-magnesium silicate rocks
2. "Moho“ – sering disebut Mohorovicic discontinuity atau Moho-seismic discontinuity  dimana  kecepatan gelombang gempabumi meningkat tiba-tiba dibawah 50 km. Ini dikenal sebagai batas antara kerak dan “upper mantle”
3. Astenosfer (Asthenosphere) – zona lunak/lembek dari batuan lelehan secara parsial Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi dan memiliki ketebalan 5-80 km. Kerak dengan mantel dibatasi oleh Mohorovicic Discontinuity. Kerak bumi dominan tersusun oleh feldsfar dan mineral silikat lainnya. Kerak bumi dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
·         Kerak samudra, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5-15 km (Condie, 1982)dengan berat jenis rata-rata 3 g/cc. Kerak samudra biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi basalt.
·         Kerak benua, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si dan Al, oleh karenanya di sebut sial (asam). Ketebalan kerak benua berkisar antara 30-80 km (Condie 1982) rata-rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85 g/cc. kerak benua biasanya disebut sebagai lapisan granitis karena batuan penyusunya terutama terdiri dari batuan yang berkomposisi granit.

Perbedaan Basalt dan Granit
Salah satu faktor utama yang membedakan antara bermacam – macam batuan beku dan juga antara berbagai macam magma asal ialah kandungan silika (SiO2). Magma pembentuk batuan beku basaltik mengandung kira – kira 50% silika. Batuan Beku Granitik mengandung sekitang 70% silika, sedang batuan beku menengah mengandung sekitar 60% silika. Maka dapat dikatakan bahwa Viskositas dangan berhubungan dengan kandungan silikanya,
Hal ini dikarenakan molekul – molekul silika terangkai dalam bentuk rantai yang panjang. Walaupun belum mengalami kristalisasi. Akibatnya Lava basaltik mengandung silika yang rendah, maka lava basaltik cenderung bersifat encer dan mudah mengalir. Sedangkan lava granitik relatif sangat kental dan sulit mengalir walaupun pada temperatur tinggi.
 Kerak benua cenderung lebih ringan (kurang padat) daripada kerak samudra. Kerak samudra lebih muda usia geologinya dibandingkan dengan kerak benua.

 DISKONTINUITAS MOHOROVICIC
Maksudnya adalah Batas antara kerak bumi dan mantel bumi.
Dalam ilmu geologi, istilah diskontinuitas digunakan untuk menunjukkan lapisan imajiner yang menjadi batas perubahan cepat rambat gelombang seismik. Pada kerak samudra, lapisan ini berada pada kedalaman 8 km, sedangkan pada kerak benua pada kedalaman 32 km, Pada diskontinuitas ini gelombang seismik berakselerasi. Lapisan imajiner inilah yang disebut dengan Diskontinuitas mohorovivic, atau lebih sederhana lagi disebut dengan Moho.
Diskontinuitas mohorovivic ditemukan pada tahun 1909 oleh Andrija Mohorovicic, seorang ahli kegempaan dari kroasia. Dia menemukan bahwa cepat rambat gelombang seismik bergantung pada densitas material yang dilaluinya. Dia mengintrepretasikan terjadi perubahan keepatan dari gelombang seismic seiring dengan perubahan komposisi material pembentuk bumi. Perubahan kecepatan tersebut tentu disebabkan oleh hadirnya material dengan densitas yang lebih tinggi pada kedalaman perut bumi. Semakin tinggi densitas suatu material, semakin cepat pula gelombang seismik merambat melaluinya.
C. Litosfer (lithosphere)- bagian padatan terluar bumi yang meliputi “upper mantle” dan kerak yang berada diatas astenosfer
D. Inti terluar (outer core) - 2270 km tebal; ciri berupa “mobile liquid”
Cairan (Liquid), kaya besi (iron-rich), 
E. Inti terdalam - inner core- 1216 km tebal, bola metalik padat (solid metallic sphere)
Inti (Core)- pemikiran tentang komposisi yang dikandung (besi dan nikel) adalah sangat spekulatif; didasarkan kajian
Meteorit (meteorites) secara spekulatif menggambarkan komposisi interior bumi.

Review of The Earth’s Layers
Tektonik
1. Teori tektonik lempeng (The theory of plate tectonics) merupakan perkembangan terakhir dari ilmu-ilmu geologi (geological sciences), yang mulai diterima komunitas ilmiah sejak awal 1960-an.
2. Mula-mula, paradigma geologi didominasi oleh pandangan yang meyakini bahwa cekungan laut (ocean basins) dan massa daratan benua (continental land masses) adalah permanen dan tetap pada permukaan bumi.
3. Teori tektonik lempeng saat ini mengenali bahwa posisi massa daratan adalah tidak tetap, namun bergerak pada permukaan bumi sepanjang sejarah geologi

Cekungan laut/kerak samudra terbentuk dan terubah secara terus menerus melalui proses-proses tektonik

Terminologi Tektonik
1. "Tectonics" = tektonik : istilah yang menunjuk pada deformasi kerak bumi
2.  "Plate" = lempeng : menunjuk pada pembagian dari kerak bumi dan litosfer (lithosphere) menjadi sejumlah blok yang padu secara tektonik (tectonically coherent blocks) 
3.  "Plate Tectonics" = tektonik lempeng : menunjuk pada pembentukan dan migrasi dari lempeng-lempeng litosferik ini.
Problem :  rentang waktu dari gerak lempeng (plate motion)  pada tingkatan 10 – 100 juta tahun
Teori disimpulkan dari bukti-bukti yang terekam pada batuan-walaupun seringkali sukar untuk diinterpretasi dan kadangkala tidak meyakinkan (inconclusive).
Tektonik lempeng


INTERAKSI LEMPENG

Prespektif Sejarah Geologi Struktur : 

Berkembang pada bidang pertambangan dan kerja teknik geologi pada abad ke-19. Geologists menggunakan fault geometry dan throws untuk memprediksi dimana lokasi endapan ekonomi (economic deposits), seperti coal beds dan gold-bearing veins. Juga konstruksi jalan di Alps pada abad ke-19 memakai structural geology untuk memprediksi lokasi dari competent beds.
Sebelum tahun 1970, geologists melihat faults dan folds sebagai sesuatu yang dikaji secara terpisah. Namun, sejak 1970 konsep sistem sesar (fault systems) dan hubungan sesar-lipatan (fault-fold relationships). Canadian petroleum geologists menerapkan konsep sistem sesar untuk membuat balanced cross sections pada eksplorasi minyak dan studi tektonik. 



Sekian pembahasan saya kali ini semoga bermanfaat ,,

untuk lebih jelasnya silahkan download slidenya disini

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Tektonik & Geologi Struktur
Ditulis Oleh Unknown
Jika copy paste harap sertakan alamat kami Tektonik & Geologi Struktur ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Salam Damaiku

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More